Selasa, 10 November 2009

Rahasia Kemajuan Barat dalam Bidang Sains dan Teknologi

MAKALAH

RAHASIA KEMAJUAN BARAT DALAM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Terstruktur

Mata Kuliah : IAD / ISD / IBD

Dosen Pengampu : Nining Nurhaesih SH.M,Pd.i

Disusun Oleh :

A. KHABIBI AZIZ (59511370)

ICHSAN NURAKBAR (59511374)

TAUFIK HIDAYAT (59511384)

(Ushuluddin / I – Akidah Filsafat)

Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN)

Cirebon

2009

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami limpahkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang Rahasia Kemajuan Barat Dalam Bidang Sains dan Teknologi ini. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, Nabi akhir zaman. Amien…..

Manusia sebagai makhluk sosial, tak lepas dari bantuan dan bimbingn orang lain. Maka dari itu kami selaku penyusun makalah Rahasia Kemajuan Barat Dalam Bidang Sains dan Teknologi ini, mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini. Dengan selesainya makalah ini kami berharap semoga makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita semua, khususnya bagi para pembaca.

Sains dan teknologi yang semakin hari semakin maju dan berkembang, membuat manusia hidup akan kehidupan yang dinamis. Dalam kemajuannya sains dan teknologi sangatlah pesat dan beranekaragam. Maka dari itu kami selaku penyusun hanya membatasi pembahasan materi dalam makalah ini hanya sebatas yang kami ketahui melalui sumber dan referensi yang kami dapat.

Sebagai manusia biasa kami sadar bahwa pembuatan makalah tentang Rahasia Kemajuan Barat Dalam Bidang Sains dan Teknologi ini masih jauh dari sempurna. Karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT, dan kelemahan adalah milik kita sebagai makhluk. Maka dengan demikian demi terciptanya makalah yang lebih baik untuk kedepan, kami mohon sekiranya para pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang membangun. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk-Nya kepada kita semua. Amien….

Oktober 2009

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI ii

BAB I PENDAHULUAN 1

A. Latar Belakang 1

B. Tujuan 1

BAB II PEMBAHASAN 2

A. Sejarah manusia, sains, dan teknologi 2

B. Iptek Islam dan Barat 3

C. Keterkaitan Sains dan Teknologi 3

D. Pengruh Iptek dalam Kehidupan 4

E. Tantangan Al-Qur’an 5

BAB III PENUTUP 7

A. Kesimpulan 7

B. Saran 7

DAFTAR PUSTAKA 8

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Teknologi sebenarnya merupakan penerapan ilmu pengetahuan untuk mengungkap aspek kehidupan manusia atau isi alam semesta. Makanya biasa pula dipakai terminologi ilmu dan teknologi (sience and technology). Segala sesuatu yang tak diketahui wujudnya bisa dijadikan sesuatu yang diketahui (unconcealment). Itulah makna tekhnologi: memunculkan, membuat diketahui, melakukan penampakan bagi sesuatu yang tersembunyi (revealing, bringing forth which is hidden or something unknown to us).

Sains adalah aktifias pemecahan masalah yang dilakukan oleh manusia yang dimotivasikan oleh rasa ingin tahu tentang dunia sekitar mereka dan keinginan. Untuk memahami alam tersebut, serta keingian memanipulasi alam dalam rangka meluaskan keinginan atau kebutuhannya. Sedangkan teknologi merupakan suatu konsep yang luas dan mempunyai lebih dari satu aspek. Sains dan teknologi sekanrang tidaklah bisa lepas dari kehidupan kita. Dalam sejarahnya sains telah ada sejak zaman Yunani kuno, tepatnya pada zaman Plato, Aristoteles dan juga Socrates. Akan tetapi, kemajuan dunia barat saat ini dalam pengetahuan akan iptek tak lepas dari peranan para ilmuan Islam yang ada pada abad pertengahan.

Rasanya hampir semua rakyat Indonesia mempunyai kesadaran bahwa teknologi barat itu memang jauh lebih unggul daripada teknologi Indonesia. Namun hendaknya kesadaran itu tidak terbatas pada yang menyangkut produk seperti radio, obat, sampai pesawat. Juga teknologi yang berkaitan dengan informatika, tepatnya teknologi yang berkaitan dengan kerahasiaan seputar hasil penelitian teknologi warganya. Mengapa kesadaran ini penting ? Tiada lain ...agar kita semakin sadar bahwa teknologi yang diperoleh dari barat itu hanya kulitnya saja, sementara isinya nggak akan dikasih tahu.

Salah satu fungsi utama dari ilmu pengetahuan dan teknologi adalah mempermudah hidup manusia. Akan tetapi, dalam pengaplikasinnya dalam kehidupan nyata banyak terjadi penyimpangan dan penyelewengan di dalamnya. Padahal antara sains dan teknologi terdapat keterkaitan yang erat kepada kelangsungan kehidupan pada alam semesta. Banyaknya tindak penyalahgunaan yang dikarenakan semakin bertambahnya jumlah kebutuhan manusia yang mesti dipenui membuat sekelompok para ahli menggunakanya untuk kepentingan dan tujuan tertentu. Sains dan teknologi yang diajarkan Islam bukanlah hal yang demikian, karena dalam Al-Qur’an sendiri telah jelas dijelaskan bahwa kelangsungan teknologi dan sains adalah harus digunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan manusia dan makhluk_nya.

Namun ada jasanya yang sangat besar bagi manusia karena membawa kesejahteraan dan hikmah. Akan tetapi, teknologi yang sangat maju saat ini juga membawa kesukaran, bahkan malapetaka. Nyaris semua bidang kehidupan kita bergantung pada hasil teknologi. Maka terjadilah dehumanisasi, mengasingkan manusia dari dirinya sendiri sebagai makhluk berpikir kreatif.

B. Tujuan

Semoga dengan dibuatnya makalah ini kita bisa sedikit mengetahui tentang Rahasia Kemajuan Barat Dalam Bidang Sains dan Teknologi.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Sejarah manusia, sains, dan teknologi

Sesungguhnya tak ada seorang pun manusia yang dapat melepaskan diri dari pengaruh teknologi. Setiap saat kita semua bermesraan dengan teknologi. Pakaian yang kita kenakan adalah hasil iptek yang mencengangkan: makanan dan air yang kita konsumsi semua melalui proses iptek yang luar biasa runtut; kendaraan yang kita naiki, tanpa kecuali adalah sosok iptek; tak ketinggalan kertas, buku dan pulpen yang kita pakai adalah juga buah iptek. lptek ada di mana-mana. Ada di tiap kurun waktu dan hadir di semua lokasi dan ruang.

Teknologi telah dimiliki manusia sejak 1,7 juta tahun yang Ialu untuk membantu mereka dalam berburu dan mengumpulkan makanan. Teknologi telah dikembangkan oleh manusia CroMagnon puluhan ribu tahun Ialu ketika mereka mulai memanfaatkan api dan berbagai peralatan tersebut dari batu. Teknologi juga telah dikembangkan oleh manusia di lembah Tigris, Euphrat dan Nil dalam bentuk pemanfaatan logam sekitar 6.000 tahun yang Ialu. Dengan kata lain, iptek telah ada sejak dulu dan bisa ditemui di desa maupun di kota. Ada di negara kontinental dan ada pula di negara kepulauan.

Anehnya, sungguhpun teknologi dengan ramahnya bergaul dengan kita, ia sering dinilai asing. Mengapa demikian? Salah satu sebabnya, tampaknya, adalah karena ia sering melulu dipandang sebagai "benda" yang "statis". Padahal selain bermakna benda, teknologi juga berarti "metode" dan "cara" melakukan sesuatu. Oleh karena itu teknologi selain bisa dinilai sebagai kata benda, ia juga perlu dilihat sebagai kata kerja.

Hal di atas perlu kita sepakati sebelum kita secara bersama - sama dapat mengkaji pertanyaan yang sering kita temui, yang kadang muncul dan menuntut untuk kita jawab. Misalnya pertanyaan tentang mengapa iptek sekarang ini tiba-tiba menjadi sangat dominan? Apa pengaruh iptek modern dalam kehidupan kita? Bagaimana posisi dan peranan iptek di negara berkembang? Mengapa iptek maju pesat di belahan utara bumi dan "mandeg" di belahan selatan bumi? Strategi apa yang dapat kita ambil untuk mengembangkan dan memanfaatkan iptek?

Jika teknologi sesungguhnya ada di semua kurun sejarah kehidupan manusia dan masyarakat, adalah lumrah jika kita bertanya mengapa iptek tiba-tiba menerobos ke tengah panggung kehidupan manusia dan menjadi salah satu aktor utamanya. Jawaban dari pertanyaan ini bisa macam-macam. Tapi tampaknya ada beberapa jawaban yang dapat kita diskusikan bersama.

Namun dalam pandangan Islam sains dan teknologi tidak akan pernah ada andaikan manusia selaku subjek daripada ilmu pengetahuan sains dan teknologi itu sendiri tidak pernah diciptakan. Seperti yang kita ketahui sendiri bahwa Nabi Adam as sebagai manusia pertama yang Allah ciptakan di muka bumi ini dengan pembekalan yang sempurna yakni yang berupa akal dan pikiran disertai budi pekerti yang sekaligus menjadi barometer pembeda antara manusia dan binatang, juga dengan makhluk Allah lainnya. Maka berangkat dari situlah sains dan teknologi mulai ada karena motor penggeraknya telah ada.

Bukti otentik tentang adanya sains semenjak Nabi Adam as tertera dalam Al-Qur’an. Selain itu erkembangan sains terus berlanjut, tercatat dalam sejarah Nabi Idris as adalah seorang jenius, pandai dalam teknik dan politik. Beliau juga dinyataan sebagai seseorang yang pertama yang mengenal adanya tulisan.

Dengan meninjau hasil sejarahnya tersebut, maka kami selaku penyusun sangatlah salah jika dalam pembahasan sains dan teknologi selalu bersumber daripada Yunani kuno terus menerus. Sedang kita sediit demi sedikit mulai melupakan bapak peleta sains dan teknologi itu sendiri.

B. Iptek Islam dan Barat

Salah satu tokoh Islam dalam sains kedokteron adalah Al-Razi dan Ibnu Sina, yang teori-teorinya banyak digunakan para ilmuan barat abad 19 hingga sekarang. Silsilah sains menunjukan asal-asul yang rumit, mulai sejak bangsa Mesir dan Babilon yang ada sejak tiga ribu tahun sebelum masehi yang merupakan perintis penelitian Yunani atau Helenis. Sebagai umat muslim kita wajib hukumnya un tuk mencari ilmu pengetahuan baik itu agama maupun umum.

Keruntuhan peradaban Islam sudah terjadi sejak abad ke-19 hingga abad 20. Dalam sains barat agama dan rasio telah dibedkan, perkembangan sains dan teknologi ini ditandai dengan peristiwa pencerahan. Dalam perjalanannya sains barat ditentukan oleh orang Perancis yang pertama kali menjajah Mesir, yang dipimpin oleh Napoleon Bonaparte. Kemudian mulailah para sekutu menjajah bangsa-bangsa Arab seperti Arab Saudi, Yaman, dll.

Penjajahan tersebut bukan hanya mengambil hasil bumi dari Negara jajahannya. Akan tetapi, mengambil semua buku-buku yang dibuat oleh para ilmuan Islam dan menterjemahkannya ke bahasa latin, kemudian dngan sengaja membuang naskah dalam bahasa Arab.

Namun kemajuan sains barat tidak diiringi dengan moral dan etika yang bersahabat dengan kehidupan sekitar. Sehingga terjadinya kebobrokan moral dari para ilmuan yang mengembangkan sains dan teknologinya. Sedang bahaya dari sains dan teknologi barat adalah banyaknya eksplorasi yang melampaui batas sehingga membawa dampak buruk bagi keterlangsungan kehidupan. Kesemuanya itu membawa kemanusiaan kepada kondisi yang memprihatinkan. Bahkan para ilmuan barat telah menjadikan sains dan teknologi melebihi dari agama, moral, dan etika hukum yang beraku. Pada prakteknya sains modern zaman sekarang ini telah banyak menyimpang dari ajaran dan nilai-nilai agama. Karena jika seseorang mempelajari suatu ilmu pengetahuan tanpa didasari dengan nilai dan etika ajaran agama, maka bisa jadi dalam prakteknya terjadi penyimpangan-penyimpangan yang mengkhawatirkan.

C. Keterkaitan Sains dan Teknologi

Saling keterkaitan antara sains dan teknologi semakin lama semakin mengalami perkembangan. Teknologi dapat dilaksanakan dengan kaidah-kaidah empirik dan keterampilan yang dikumpulkan dari pengalaman. Teknologi dapat berdiri sendiri lepas dari sains, ini berlangsung menjelang zaman revolusi industri (1760-1830). Misalnya, pembuatan jalan raya, pembuatan kapal, cara bercocok tanam, pembuatan tapai, atau anggur dan sebagainya, yang dilakukan dengan proses yang baik, tanpa mengetahui dasar teorinya. Perkembangan dalam tahapan ini telah menghasilkan revolusi dalam bidang pertanian, industri, kedokteran, dsb.

Namun perkembangan selanjutnya dizaman yang mulai modern, sains mendahului perkembangan teknologi. Misalnya, penggambaran sifat mesin secara termodinamika telah dilakukan Slanius dan Kelvin, yang kurang lebih sekitar 75 tahun setelah penemuan mesin uap oleh James Watt. Juga pemanfaatan gelombang elektromagnetik dalam teknologi komunikasi. Hal ini disebabkan oleh kemajuan teknologi yang menghasilkan permasalahan yang pemecahannya memerlukan pendekatan ilmiah atau metode ilmiah yang merupakan salah satu ciri dari sains. Dengan kata lain sains mendorong berkembangnya teknologi.

Konsep sains yang bersifat klasik mempelajari materi dengan ukuran besar (makro), seprti konsep mekanik, termodinamika, listrik, dsb. Sehingga berlaku mekanika Newton atau mekanikaklasik. Sedangakan sains modern mempelajari materi menggunakan teori kuantum dengan ukuran mikro, seperti teori atom, molekul zat, ikatan kimia, pengetahuan material dsb. Maka dapat disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan memungkinkan manusia mengembangkan teknologi. Tanpa ilmu pengetauan akan sains, teknologi tidak akan mungkin berkembang, sebab teknologi merupakan penerapan dari ilmu. Tanpa mengetahui berbagai teori yang teah dinyatakan, maka tidak akan terjadi penciptaan sesuatu oleh manusia.

D. Pengruh Iptek dalam Kehidupan

Apa pengaruh iptek dalam kehidupan kita? Jawabannya banyak sekali. Perubahan satu paradigma iptek dapat menyebabkan "revolusi" dalam semua bidang kehidupan: literatur, ekonomi, seni, politik, arsitektur, sosial, dan religi. Iptek telah menyebabkan kita tidak tergantung pada alam.

Iptek telah membebaskan kita dari takhayul dan memerdekakan kita dari berbagai hukum alam. Fenomena gerhana bulan bagi yang mengetahui iptek tidak lagi menyeramkan. Bagi yang menguasai iptek, hukum alam itu dapat dikontrolnya. Air yang hukumnya selalu mencari tempat yang lebih rendah dapat dibuat mampu memanjat ke gedung bertingkat seratus. Benda berat seperti besi yang hukumnya harus jatuh ke bumi dapat dibuat mampu terbang dan membawa ratusan manusia. Barang yang memiliki berat jenis lebih besar dari air yang kodratnya akan tenggelam, kini dapat diapungkan. Dengan teknologi, hujan dapat dibuat, gempa dapat diprediksi, cuaca dapat diprakirakan. Teknologi telah memerdekakan manusia dari alam, dan ia punya potensi untuk memerdekakan manusia dari sesamanya.

Perubahan mendasar dalam iptek akan membawa perubahan mendasar dalam semua bidang kehidupan. Selama 2000 tahun kosmologi Aristotelian telah mewarnai sistem politik, sosial, ekonomi dan bidang kehidupan lainnya. Sistem Aristotelian yang menggambarkan jagad ini bak sebuah bola kristal yang luar biasa besamya, dengan bumi di tengah-tengah dan planet-planet mengitarinya, di mana manusia dan makhluk lainnya telah dilahirkan dalam hirarki yang tak dapat ditolak, membawa implikasi munculnya sistem sosial yang sangat kurang demokratis menurut ukuran kini; ada kasta misalnya, dan itu diterima dengan ikhlas.

Tapi, munculnya Galileo telah meruntuhkan "kebenaran" yang dipercayai selama dua millenium itu. Bersamaan itu ia juga meruntuhkan sistem sosial yang selama ini dianut oleh masyarakat, terutama yang hidup di Amerika dan Eropa. Sejak era Galileo, pandangan hidup (world view) kita berubah. Jagad tidak lagi dipandang statis tapi dinamis, bumi bukanlah pusat jagad tetapi sebagian kecil daripadanya. Pandangan ini tak ayal lagi merombak sistem berpikir manusia, memperluas wawasan dan meningkatkan rasa percaya diri mereka. Sistem sosial-politik berubah menjadi lebih terbuka. Banyak nilai-nilai lama yang runtuh dan tergantikan.

Teknologi-teknologi yang telah membawa perubahan monumental dalam kehidupan manusia adalah jam (membantu manusia masuk dalam konteks waktu); kompas (menolong manusia memasuki medan ruang); teleskop (mendorong manusia untuk melebarkan cakrawala ke ujung kosmis); dan mikroskop (yang telah membawa manusia ke era sub-atomik), dsb.

E. Tantangan Al-Qur’an

Sekitar empa belas abad lalu, Tuhan telah menurunkan kitab suci Al-Qur’an kepada umat manusia sebagai satu kitab panduan. Dia menyeru manusia agar berpegang kepada kitab ini sebagai jalan untuk mendapatkan kebenaran. Bermula saat ianya diwahyukan sehingga ke saat pengadilan kelak, kitab suci ini akan kekal sebagai satu-satunya panduan bagi umat manusia.

Gaya uslub dan ketinggian hikmah yang tiada tandingan yang terdapat di dalam kitab ini adalah bukti yang amat jelas bahawa ianya adalah kalam suci Tuhan. Sebagai tambahan, kitab ini mengandungi ciri-ciri keajaiban yang membuktikan bahawa ianya adalah wahyu kudus dari Tuhan. Satu dari ciri-ciri ini ialah kenyataan bahawa sejumlah kebenaran saintifik yang hanya mampu disingkap melalui kemajuan teknologi di abad ke 20 ini sebenarnya telah pun diungkapkan di dalam Al-Qur’an 1400 tahun dahulu.

Sudah tentu Al-Qur’an bukanlah sebuah kitab sains. Tetapi, banyak fakta-fakta saintifik yang dinyatakan secara jelas dan dengan cara yang amat mendasar dalam surahnya hanya mampu disingkap melalu kecanggihan teknologi abad ke 20. semua fakta ini tidak diketahui ketika masa penurunan wahyu dan ini juga adalah bukti bahwa Al-Qur’an adalah kalam Tuhan.

Untuk memahami keajaiban saintifik Al-Qur’an, pertamanya kita akan melihat tahap kemajuan sains ketika mana kitab suci ini diturunkan.

Pada abad ke 7, ketika Al-Qur’an diwahyukan. Masyarakat arab telah pun memiliki kepercayaan khurafat dan yang tidak berasas yang berkaitan dengan isu-isu saintifik. Kedaifan peralatan teknologi untuk menyelidiki alam semesta dan bumi menyebabkan masyarakat ini mempercayai kepada legenda-legenda yang diwariskan dari generasi ke generasi, mereka mendakwa sebagai contoh, bahawa gunung-ganang menongkat langit, mereka percaya bahawa bumi adalah datar dan bahawa di sana terdapat gunung-gunung yang tinggi terletak di setiap penghujungnya. Mereka menyangkakan bahawa gunung-gunung ini adalah tiang yang menyebabkan kubah langit di atas.

Tetapi, semua kepercayaan khurafat masyarakat arab ini ditolak oleh Al-Qur’an. Dalam surah Ar-Ra’d ayat ke 2 dinyatakan: Tuhanlah Dia yang meninggikan langit-langit tanpa tiang Ayat ini telah membatalkan kepercayaan bahawa langit yang berada di atas kerana sokongan gunung-ganang. Dalam banyak subjek lain, fakta-fakta penting telah dinyatakan ketika mana tiada seorang pun yang dapat mengetahuinya.

Untuk kaum evolusionis, jikalau memang iptek sekarang sangat maju dan menembus batasan2 kewajaran dunia. Sampai ahli pengetahuan barat bilang God is Dead. Inna na’udzubillah tsumma na’udzubillah.....

Jikalau memang mampu maka cobalah buatkan lalat dari partikel pembentuknya dengan teknologi anda. Maka niscaya tidak akan bisa. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an bahwa :

Hai manusia, Telah dibuat perumpamaan, Maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah. (QS: Al Haj: 73)

Al Qur’an adalah mukjizat yang luar biasa., tidak ada suatu kitab dengan arti kata yang mendalam yang setiap kata mengandung berbagai macam arti, kata dalam bahasa mempunyai asal dan peranakan kata (ilmu nahwu sorof). Kita orang Indonesia sering kagum mendengar Al Quran dengan rima dan penekanan yang indah walaupun gak tau artinya. Isinya adalah undang-undang, peraturan, kisah, sains, dan ramalan2 yang benar akan masa yang akan datang. Dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa :

Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan Dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain". (QS: Al-Israa: 88)

Al-Qur’an adalah kitab hukum, sains, sejarah, berita masa depan, dan segala macam pengetahuan,. Tetapi bila kita baca sekilas, seperti ada tidak tersurat secara jelas, memang di Al-Quran ilmu2 itu dibahas ada yang eksplisit dan implisit supaya bisa diterima di semua peradaban manusia. Bayangkan jika Al-Qur’an langsung mengungkap rumus2 fisika, hukum pytagoras, dll maka orang2 arab jaman nabi akan sulit menerimanya.

Ketika di Debat Club ada yang namanya Sadha dan pi-one yang skeptik dengan ayat2 di atas. Mereka kaum Atheis yang mengatakan bahwa “ kok sains di Al-Quran mu kok masih berupa sign/isyarat yang bisa diartikan luas”. Jawabannya memang Al-Qur’an berisi sign-sign/isyarat dan perumpamaan agar manusia bisa memahami kebenaran Al-Qur’an dan agar Muslim kuat imannya. Bagi yang tidak percaya silahkan. Dijelaskan dalam Al-Qur’an bahwa :

… supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al Kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): "Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan Ini sebagai suatu perumpamaan?" Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya………..(QS: Al Muddatsir: 31)

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpuan

Sains dan teknologi merupakan suatu alat bagi kelangsungan hidup manusia, agar dapat lebih mempermudah dalam prosesnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dan sudah menjadi kewajiban kita sebagai ummat Islam untuk menuntut ilmu baik laki-laki maupun perempuan dari mulai kita kecil. Maka sudah sepantasnya kita mencari ilmu pengetahuan baik itu yang sederhana sampai yang tersulit sesuai dengan kemampuan kita sebagai manusia biasa.

Belum ada satupun negara muslim yang dijadikan kiblat dalam bidang iptek karena porsi kepemilikan risetnya hanya sekitar tiga persen saja dari seluruh hasil riset yang dikembangkan di dunia ini. Mungkin baru Iran dan Pakistan yang sudah mulai mendalami iptek tingkat tinggi yakni teknologi nuklir untuk energi masa depan dengan bermacam kontroversinya.

Bemikian seperti yang sudah kami jelaskan dalam pembahasan mengenai Rahasia Kemajuan Barat Dalam Bidang Sains dan Teknologi bahwa awal atau asal usul dari sains dan teknologi dunia barat tidak lain adalah hasil rampokan dari ummat muslim yang kemudian mereka kembangkan oleh para tokoh-tokoh ilmuan mereka. Banyak teks-teks buku Arab yg diterjemahkan ke dalam bahasa Italia dan Jerman oleh kaum gereja yang berisi tentang teknologi canggih saat itu namun dihapus nama pengarangnya oleh kaum gereja. Hasilnya, Leonardo Da Vinci dan Galileo Galilee yang terinspirasi dari buku-buku tersebut tidak tahu bahwa para pengarangnya adalah kaum Muslim. Akhirnya kita dicekoki ajaran bahwa Galileo adalah sang penemu teori bumi itu bulat dan Da Vinci penemu teori bahwa manusia bisa terbang dengan menggunakan sayap buatan. Akibatnya kaum muslim sekarang menjadi minder dan gagap teknologi karena mereka tidak tahu atau tidak diberitahu bahwa para pendahulunya sangat berjasa besar dalam memajukan peradaban dunia dan dunia sangat berhutang besar kepada peradaban Islam.

B. Saran

Sebagai manusia biasa kami sadar bahwa pembuatan makalah tentang Rahasia Kemajuan Barat Dalam Bidang Sains dan Teknologi ini masih jauh dari sempurna. Karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT, dan kelemahan adalah milik kita sebagai makhluk. Maka dengan demikian demi terciptanya makalah yang lebih baik untuk kedepan, kami mohon sekiranya para pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang membangun. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk-Nya kepada kita semua. Amien….

DAFTAR PUSTAKA

Drs. Mawardi – Ir. Nur Hidayati

2007 IAD-ISD-IBD untuk UIN, STAIN, PTAIS. Pustaka Sutia. Bandung

http://www.mail-archive.com/permias@listserv.syr.edu/msg11020.html

http://eljowo.multiply.com/video/item/38/Rahasia_IPTEK_Muslim_yang_disembunyikan_Barat_12

http://justrangga.multiply.com/journal/item/11/Kemajuan_Teknologi_Bisa_Mengungkap_Rahasia_Alam_Semesta

http://aliakbar212.blogspot.com

http://smamujahidin-ptk.sch.id/?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=35

Osman Bakar

1994 Tauhid dan Sains. Pustaka Umum. Bandung

Sayyed Hossein Nasr

1986 Sains dan Peradaban dalam Islam. Pustaka. Bandung

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar